Rekomendasi Build Roamer untuk Team Fight Lebih Solid – Halo Sobat Arawakbeach! Sebagian pemain menganggap peran roamer hanya sekadar membuka map dan memulai teamfight. Asumsi ini terlalu sempit. Roamer bukan hanya penginisiasi; ia adalah arsitek teamfight—penentu ritme, ruang gerak, hingga durabilitas tim. Build yang keliru bisa membuat teamfight berantakan meskipun mekanikmu bagus.
Artikel ini mengurai pilihan build yang lebih strategis, menguji asumsi umum pemain, dan menyajikan pendekatan yang lebih relevan dengan dinamika permainan modern.
1. Belajar Menentukan “Peran Roamer” Sebelum Menentukan Build
Kesalahan terbesar pemain adalah memilih build tank standar tanpa mempertimbangkan peran spesifik roamernya. Padahal, setiap roamer masuk satu dari tiga kategori:
- Initiator (Atlas, Tigreal, Franco, Khufra)
Fokus: engage keras, crowd control, pick-off. - Protector/Support (Minotaur, Estes, Floryn, Angela)
Fokus: sustain, shielding, peel untuk backline. - Disruptor (Akai, Baxia, Grock, Lolita)
Fokus: mengacak formasi musuh, zoning objektif.
Jika kamu tidak menentukan kategori ini, build-mu mudah salah arah—terlalu tebal tapi tidak punya impact, atau terlalu utility tapi tidak cukup tahan lama.
2. Item Inti: Apa yang Seharusnya Jadi Prioritas?
Dominance Ice
Cocok untuk hampir semua roamer. Efek anti-regennya sangat mengganggu hero sustain seperti Esmeralda, Uranus, Paquito, atau marksman dengan lifesteal tinggi.
Kesalahan umum: pemain menunda item ini padahal efeknya mempengaruhi seluruh teamfight, bukan hanya lane tertentu.
Antique Cuirass / Blade Armor
Pilih sesuai komposisi musuh.
- Jika musuh punya beberapa damage fisik bertipe burst/sustain, Antique lebih efektif.
- Jika musuh mengandalkan marksman kritikal, Blade Armor menjadi solusi.
Kritik penting: banyak roamer tahan pukul terlalu cepat membeli Immortality, padahal durability inti mereka belum terbentuk.
Athena Shield / Radiant Armor
- Athena untuk burst mage (Eudora, Pharsa, Kadita).
- Radiant untuk poke mage (Valir, Chang’e, Xavier).
Mini-analisis: memilih salah satu dengan sembarangan sangat membahayakan teamfight karena roamer adalah target awal skill mage lawan.
3. Build Utility yang Meningkatkan Koordinasi Teamfight
Fleeting Time (Untuk Roamer Support)
Banyak diremehkan, tetapi cooldown pengurang ultimate dapat membuat healer/utility hidup lagi-lagi di every fight.
Iron Sword / Dire Hit (Jika Roamer Tipikal Pick-Off)
Cocok untuk Grock, Franco, atau Akai yang sering menangkap carry. Efek eksekusinya memaksa musuh lebih berhati-hati dalam positioning.
Cursed Helmet (Untuk Disruptor)
Zoning area memberikan pressure konstan di semak atau choke point, bagus untuk perebutan Lord atau Turtle.
4. Susunan Build yang Efektif Sesuai Tipe Roamer
A. Initiator
Fokus: engage cepat, absorb damage, memecah formasi musuh.
Rekomendasi:
- Tough Boots / Warrior Boots
- Dominance Ice
- Immortality (mid-late)
- Antique Cuirass
- Athena Shield / Radiant Armor
- Guardian Helmet atau Twilight Armor
Keuntungan: bisa masuk dua kali dalam satu teamfight berkat sustain + cooldown reduction.
Poin analitis: banyak pemain Initiator terlalu cepat masuk tanpa menunggu durability minimal (dua item defensif), membuat engage gagal dan teamfight runtuh.
B. Protector / Support
Fokus: menjaga core hidup, memaksimalkan sustain, memperlama durasi teamfight.
Rekomendasi:
- Fleet/Support Boots
- Dominance Ice (anti heal sangat penting)
- Oracle (meningkatkan heal dan shield)
- Immortality
- Antique Cuirass atau Radiant Armor
- Athena Shield
Catatan: jangan mengabaikan Oracle. Banyak pemain support tidak sadar bahwa peningkatan heal 20–30% bisa mengubah hasil teamfight.
C. Disruptor
Fokus: mengacaukan area permainan musuh, memaksa mereka keluar dari posisi ideal.
Rekomendasi:
- Tough Boots
- Cursed Helmet
- Dominance Ice
- Radiant Armor
- Antique Cuirass
- Immortality
Catatan kritis: Disruptor yang memakai build full tank tanpa anti heal atau efek utility justru sering kalah impact karena tidak mengurangi resource lawan secara signifikan.
5. Kapan Waktu Terbaik Mengubah Item?
Banyak pemain bertahan dengan build template, padahal teamfight bersifat dinamis. Ganti item bila:
- Core musuh sudah punya 2 item damage besar.
- Mage musuh mulai bisa burst roamer dengan cepat.
- Musuh bermain poke dan membuat sustain timmu berkurang.
- Kamu sering jadi target pick-off.
Jika kamu tidak mengevaluasi situasi setiap 2 menit, build-mu akan tertinggal secara fungsional.
6. Peran Vision dan Positioning dalam Teamfight
Build roamer tidak boleh dipisahkan dari eksekusi:
- Dominance Ice kuat hanya jika kamu berada di zona pertempuran.
- Blade Armor sia-sia jika kamu tidak pernah body-block damage musuh.
- Oracle tidak berguna jika kamu tidak melindungi core tepat waktu.
Teamfight dimenangkan bukan oleh item saja, tetapi oleh kemampuan memanfaatkan item sesuai fungsinya.
Kesimpulan
Untuk menciptakan teamfight yang solid, roamer perlu membangun item bukan hanya berdasarkan meta, tetapi berdasarkan:
- Perannya dalam komposisi tim.
- Jenis ancaman utama dari musuh.
- Momentum teamfight dan kondisi map.
- Kebutuhan utility, bukan sekadar ketebalan.
Roamer yang memahami dinamika ini akan menjadi fondasi kokoh yang membuat teamfight jauh lebih stabil, terkontrol, dan menguntungkan.

Leave a Reply