Strategi Early Game yang Sering Diabaikan – Halo Sobat Arawakbeach! Early game sering dianggap fase “asal jalan saja”. Banyak pemain berpikir optimasi baru penting saat memasuki endgame seperti Forgotten Hall atau Memory of Chaos. Padahal justru keputusan di early game menentukan seberapa cepat dan efisien akun berkembang.
Masalahnya, kesalahan di fase awal jarang terasa langsung. Dampaknya baru muncul ketika resource mulai langka dan progres melambat. Karena itu, memahami strategi early game bukan soal min-max berlebihan, tetapi soal menghindari jebakan jangka panjang.
1. Terlalu Banyak Membangun Karakter Sekaligus
Kesalahan paling umum: menaikkan level hampir semua karakter yang dimiliki.
Secara psikologis ini terasa aman—punya banyak opsi. Namun secara ekonomi akun, ini merusak.
Early game seharusnya fokus pada:
- 1 DPS utama
- 1 sustain
- 1–2 support fleksibel
Menyebar resource ke terlalu banyak unit membuat:
- Damage tidak optimal
- Progres story melambat
- Farming jadi tidak efisien
Depth lebih penting daripada breadth di awal.
2. Mengabaikan Trace Penting
Banyak pemain menaikkan level karakter tapi lupa meningkatkan trace inti.
Padahal:
- Scaling utama sering berasal dari trace.
- Beberapa trace memberi peningkatan damage besar.
- Utility penting terkunci di trace tertentu.
Level tinggi tanpa trace memadai hanya memberi ilusi kekuatan.
Jika resource terbatas, prioritaskan:
- Trace skill utama DPS
- Trace buff support
- Trace sustain penting
3. Farming Relic Terlalu Dini
Ini kesalahan klasik.
Relic bintang tinggi baru benar-benar bernilai setelah mencapai level akun tertentu. Farming terlalu awal:
- Boros stamina
- Mendapat relic sementara
- Diganti lagi nanti
Di early game, fokuslah pada:
- Level karakter
- Light cone
- Trace
Relic cukup gunakan yang ada, tanpa mengejar substat sempurna.
4. Mengabaikan Speed Sejak Awal
Banyak pemain baru hanya melihat Attack dan HP.
Padahal Speed menentukan:
- Frekuensi giliran
- Rotasi buff
- Kontrol musuh
Membangun kebiasaan memperhatikan Speed sejak awal akan mempermudah transisi ke konten sulit.
Speed bukan hanya stat endgame.
5. Salah Menggunakan Stellar Jade
Early game sering penuh godaan banner.
Kesalahan umum:
- Pull impulsif tanpa rencana.
- Tidak mempertimbangkan kebutuhan roster.
- Mengejar semua karakter baru.
Padahal di awal, yang lebih penting adalah:
- DPS stabil
- Sustain solid
- Support universal
Tanpa fondasi ini, karakter niche tidak akan optimal.
6. Tidak Memahami Role Secara Jelas
Sering terlihat tim seperti:
- 3 DPS
- Tanpa sustain
- Tanpa buffer
Ini mungkin bisa lolos story awal, tetapi akan mulai bermasalah.
Struktur tim dasar yang sehat:
- 1 DPS utama
- 1 Sub-DPS atau debuffer
- 1 Support
- 1 Sustain
Membangun pemahaman role sejak awal mencegah kebiasaan buruk.
7. Mengabaikan Light Cone yang Tepat
Banyak pemain fokus pada rarity, bukan kecocokan efek.
Light cone 4★ yang tepat sering lebih efektif daripada 5★ yang tidak sinergis.
Di early game, konsistensi efek lebih penting daripada angka besar.
8. Tidak Mengelola Kredit dan Material
Early game terasa kaya resource. Ini menipu.
Jika kamu:
- Upgrade semua relic
- Naikkan semua karakter
- Tidak memilih prioritas
Maka di mid-game akan terasa kekurangan drastis.
Manajemen resource sejak awal membuat progres lebih mulus.
9. Tidak Memanfaatkan Break dengan Benar
Weakness break sudah penting sejak awal.
Mengabaikan elemen weakness musuh menyebabkan:
- Pertarungan lebih lama
- Lebih banyak damage diterima
- Progres terasa lambat
Memahami elemen bukan hanya untuk endgame—itu fondasi mekanik.
10. Mengabaikan Sustain
Beberapa pemain terlalu agresif di early game.
Padahal sustain stabil:
- Mengurangi kebutuhan reset
- Menghemat waktu
- Membuat farming lebih efisien
Konsistensi lebih penting daripada kecepatan sesaat.
11. Tidak Menyiapkan Dua Tim Secara Bertahap
Walau belum langsung dibutuhkan, mulai memikirkan tim kedua sejak awal akan menghindari bottleneck di Forgotten Hall.
Tidak perlu langsung membangun penuh, tapi setidaknya:
- Simpan kandidat DPS kedua
- Jangan abaikan support universal
- Hindari investasi ekstrem pada satu elemen saja
12. Mentalitas “Nanti Saja”
Early game sering disepelekan karena dianggap sementara.
Namun justru:
- Kebiasaan rotasi
- Pemahaman stat
- Manajemen resource
dibentuk di fase ini.
Jika fondasi salah, koreksi di mid-game akan lebih mahal.
Kesimpulan
Strategi early game yang sering diabaikan bukanlah trik rumit, melainkan disiplin dasar: fokus pada sedikit karakter inti, prioritaskan trace penting, hindari farming relic terlalu dini, dan kelola resource dengan hati-hati.
Kesalahan di fase awal jarang terasa langsung, tetapi dampaknya besar di pertengahan dan akhir progres. Dengan pendekatan terstruktur sejak awal, kamu tidak hanya mempercepat progres, tetapi juga membangun akun yang lebih stabil dan siap menghadapi konten endgame tanpa perlu koreksi mahal di kemudian hari.

Leave a Reply